(: Welcome to Official Iladiena Zulfa Blog :)

0

Mulai Sekarang, Pikirkan dan Jaga Alam ini!

Posted by zulfailadiena.blogspot.com on 09.11 in ,
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (Q.S Ar-Rum:41). Ayat tersebut telah menjelaskan kepada kita bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita merupakan ulah tangan manusia yang tidak mempedulikan kebersihan lingkungan.

Sampah yang berserakan di mana-mana, gunung sampah yang mudah dijumpai di pinggiran kota, sungai yang tersumbat, banjir yang melanda Ibu kota merupakan sebagian kecil dari contoh pencemaran lingkungan di Negara kita. Hal ini kerap menjadi sesuatu yang dianggap lazim oleh masyarakat. Kesadaran akan kebersihan lingkungan merupakan hal yang wajib kita miliki. Hanya sekedar sadar tidaklah cukup, hendaknya kita juga melakukan hal positif yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan kita.

Pola hidup sehat, membuang sampah pada tempatnya adalah sedikit contoh dari penerapan kesadaran tersebut. Selain melakukan hal tersebut, mengolah dan memilah sampah sesuai jenisnya juga sangat bermanfaat bagi lingkungan. Seperti yang dijelaskan oleh Drs. H. Bambang Budi Susetyo,. M.M., ketua Yayasan Bunga Melati Indonesia, pada kamis, 13 November lalu, dalam Workshop bersama HMJ Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

Setiap orang pasti tidak menginginkan masalah tumpukan sampah yang ada di sekitar kita membuat hidup kita di masa yang akan datang dikelilingi oleh timbunan sampah. Sebagai contoh, tumpukan sampah yang di Bantar Gebang saja sudah menggunung. Kita tahu bahwa di sana terdapat kambing, sapi, ayam yang hidup dan memakan sisa-sisa sampah. Bayangkan jika hewan-hewan itu kita konsumsi, berarti kita juga mengkonsumsi sampah.

Bahkan di Leuwigajah Cimahi, Jawa Barat, ada sebuah kampung yang tertimbun oleh sampah. Setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan menjadi awal dari awal masalah sampah. Sampah yang berserakan di mana-mana akan tertiup angin, masuk ke dalam selokan, mengalir ke sungai, sungai pun semakin kotor. Padahal, sebagian orang di kampung masih ada yang mandi, dan mencuci di sungai. Mereka tidak memikirkan bahwa air sungainya sudah kotor karena bercampur dengan sampah. Dari sungai, sampah terus mengalir ke laut, laut menjadi kotor, biota-biota laut memakan makanan yang dibawa oleh sampah. Tidak jarang ikan-ikan itu memakan sisa-sisa dari sampah seperti kabel, serpihan besi, dan plastik. Bahkan burung juga ada yang makan sampah-sampah tersebut dan akhirnya mati. Ketika burung atau ikan-ikan itu dibelah perutnya, isinya adalah sampah. Kemudian, sampah ini terus dibawa oleh ombak dan berkumpullah di Samudera Pasifik, di mana bertemunya laut-laut dari berbagai belahan dunia. Sampah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sana, dari China, Jepang, Vietnam, Amerika, dan sebagainya.

Bayangkan jika alam sudah rusak seperti itu. Generasi-generasi yang akan datang tidak akan bisa menikmati keindahan alam yang diciptakan oleh Allah ini. Akankah kita hanya diam dan membiarkan alam ini rusak begitu saja? Inilah tugas kita bersama. Sebagai generasi muda, hendaknya kita menjadi pelopor untuk melestarikan alam, dan menjaga keindahannya agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

Publikasi mengenai manfaat mengolah dan memilah sampah sangatlah penting. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Oleh karena itu, sampah yang kita anggap sebagai masalah juga bermanfaat dalam kehidupan kita. Seperti halnya mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan yang bisa dijual dan memiliki nilai ekonomi. Kerajinan tangan tersebut bisa berupa dompet, tas, tempat pensil, vas bunga, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, sampah anorganik juga bisa kita olah menjadi pupuk kompos.

Ih, jijik!” adalah kata-kata yang harus kita musnahkan dari pikiran kita terutama anak muda. Pengalaman orang-orang yang menjadi sukses karena mengolah sampah, dapat kita jadikan pedoman untuk mulai bergerak menjaga alam ini.  Selain mendapatkan pahala karena menjaga alam ini, kita juga mendapat keuntungan besar dari mengolah sampah. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengusaha yang memulai usahanya hanya dari sebuah sampah.

Agama juga memerintahkan kita untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak tercemar. Kebersihan menjadi sebuah keindahan. Keindahan tentu membuat hati kita merasa tentram. Karena Sesungguhnya Allah SWT  Maha Indah dan menyukai keindahan. Jika seluruh masyarakat di Indonesia bisa menerapkan hidup bersih dan sehat dengan mengolah sampah, dalam waktu dekat tidak akan ada lagi warga yang mengeluh, berteriak agar pemerintah segera membereskan persoalan banjir. Karena banjir adalah masalah yang muncul akibat ulah manusia, dan harus kita hadapi bersama. 

Pelatihan cara pengolahan sampah sudah mudah kita temui di sekitar kita. Hal yang harus dikuatkan adalah semangat dan kemauan kita untuk mempelajari dan menerapkannya. Jika kita mempraktikkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah orang-orang yang benar-benar tidak mempedulikan sampah akan tergerak hatinya untuk melakukan hal serupa. Tidak hanya itu, dengan banyaknya orang yang bergerak untuk mengolah sampah, dapat membantu pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran di Negara kita.

Indonesia merupakan Negara dengan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Dalam Islam terdapat enam rukun iman. Salah satunya adalah iman yang ke-empat yaitu iman kepada kitab suci Al-Qur’an. Jika dalam kitab suci saja sudah terdapat berbagai ayat yang menganjurkan kita untuk menjaga lingkungan, mengapa kita dengan santai menyepelekan masalah lingkungan?

Penerapan pola hidup bersih dan sehat dengan pengolahan sampah harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak memandang dari segi umur dan strata sosial. Tidak peduli apakah Ia pejabat, artis, tokoh masyarakat, atau rakyat biasa. Berani memulai, berani bertindak, dan berani melawan pencemaran lingkungan harus kita mulai dari sekarang. Tidak besok, lusa, atau minggu depan. Karena Bimbo sudah bersyair, “Berbuat baik janganlah ditunda-tunda”.    



Iladiena Zulfa




|

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 ILADIENA ZULFA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.